Site icon

Inflasi Sepanjang Tahun 2016

Sampai dengan bulan Desember 2016 secara tahun kalender Inflasi Kota Malang mencapai 2.62 persen, dibawah angka Jawa Timur sebesar 2,74 persen. Ini lebih rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya bahkan merupakan inflasi tahunan yang paling rendah selama sepuluh tahun terakhir. Inflasi tahun 2016 ini juga jauh lebih rendah jika dibanding dengan target pemerintah yang mematok angka inflasi sebesar 4 plus minus 1 persen.

Bahwa selama tahun 2016 dari tujuh kelompok pengeluaran, enam kelompok pengeluaran mengalami inflasi dan satu kelompok pengeluaran mengalami deflasi. Kelompok pengeluaran yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya inflasi adalah kelompok Bahan Makanan sebesar 0.93 persen, diikuti kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau sebesar 0.68 persen, kelompok Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga sebesar 0.65 persen, Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar sebesar 0,37 persen, , kelompok Sandang sebesar 0,25 persen, dan andil terendah ialah kelompok Kesehatan sebesar 0,12 persen. Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi adalah kelompok Transport, Komunikasi, dan Jasa Keuangan yaitu sebesar 1-0.37 persen.
Komoditi utama yang memberikan sumbangan terbesar terhadap terjadinya inflasi
sepanjang tahun 2016 di Kota Malang adalah

Tarip perguruan tinggi di Kota Malang masih mendominasi di urutan pertama. Bawang putih juga sering menjadi pendorong terjadinya inflasi. Sampai saat ini Indonesia masih membutuhkan impor bawang putih dari negara lain sehingga harga bawang putih masih tergantung dari harga bawang putih di luar negeri.
Komoditas bawang merah harganya di pasaran sangat berfluktuatif antar bulan hal ini tergantung dari pasokan bawang di pasaran. Kalau pasokan bawang merah tersendat baik karena gangguan produksi maupun gangguan distribusi akibat cuaca yang tidak mendukung dapat dipastikan harga bawang merah akan sangat tinggi. Selama 2016 tercatat beberapa kali komoditas bawang ini menjadi pemicu terjadinya inflasi. Selain bawang merah, bawang putih, cabai rawit juga harganya di pasaran sangat berfluktuatif antar bulan hal ini tergantung dari kondisi pasokan di pasaran. Karena produksi cabai ini juga tergantung dengan cuaca. Kalau pasokannya tersendat baik karena gangguan produksi maupun gangguan distribusi akibat cuaca maka dipastikan harga cabai rawit akan ikut terganggu. Selama 2016 tercatat beberapa kali komoditas cabai rawit ini menjadi pemicu terjadinya inflasi .
Komoditas lain yang juga turut mempunyai andil besar dalam inflasi selama 2016 ialah komoditas rokok. Tingginya andil rokok baik rokok kretek maupun rokok kretek filter pada tahun ini merupakan dampak dari kebijakan pemerintah terkait harga rokok kretek dan rokok kretek filter melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor
198/PMK.10/2015 tanggal 6 November 2015 tentang Perubahan Kedua PMK 179/PMK.011/2012 Tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau. Peraturan ini efektif mulai diberlakukan 1 Januari 2016.
Seperti disebutkan diatas bahwa selain beberapa komoditas mendorong terjadinya inflasi, beberapa komoditas lain justru mampu menahan laju inflasi selama 2016.
Penurunan harga BBM yang dilakukan pemerintah ternyata cukup efektif dalam menahan laju inflasi selama 2016. Tercatat beberapa kali pemerintah mengambil kebijakan dengan menurunkan harga BBM pada awal dan pertengahan tahun 2016. Walaupun pada akhir tahun 2016 ini ada kenaikan sedikit namun harganya masih dibawah harga saat awal tahun 2016. Tercatat pada tanggal 20 Januari, 05 Februari dan 15 Maret 2016 pemerintah menurunkan harga BBM yaitu jenis Pertamax, Pertamax Plus dan Pertamina Dex. Pada Pada pertengahan tahun yaitu 1 Agustus 2016 pemerintah kembali menurunkan harga jual BBM, kondisi ini bertahan hingga pada awal November 2016 dan Desember 2016 karena pada 1 November dan 16 Desember pemerintah kembali menaikkan harga BBM tersebut walaupun kenaikannya tidak besar.
Karena produksi semen di Indonesia selama 2016 surplus baik karena produsennya semakin banyak dan permintaan pasar juga tidak sebanding dengan suplay yang ada maka harga semen di 2016 juga cenderung turun. Turunnya harga semen ini juga ikut menjadi penghambat laju inflasi di tahun 2016.
sumber : http://humas.malangkota.go.id/2017/01/04/inflasi-sepanjang-tahun-2016/
Exit mobile version