Site icon

Batik Blimbing Andalkan Motif Topeng Malangan

Pelajar-Kota-Malang-belajar-cara-membatik-di-Batik-Blimbing_1203MC

Berawal dari menggali banyaknya budaya di Malang yang luar biasa, Batik Blimbing saat ini semakin menemukan eksistensinya menjelang berlangsungnya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Menghadapi pasar bebas se-ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) nanti,, usaha batik yang ada di Jl. Candi Jago No. 6, Blimbing Kota Malang ini memiliki batik Topeng Malangan sebagai salah satu andalannya,

Dengan sentuhan seninya, Topeng Malangan yang sudah melegenda sebagai seni tari mampu dilukiskan dengan menarik diatas kain batik. Tidak heran meskipun saat ini sudah begitu banyak usaha batik yang ada di pasaran, Batik Blimbing tidak pernah sepi dari pesanan.

Pemilik usaha Batik Blimbing, Wiwik Niarti mengakui saat ini pesanan batik ke tempat usahanya tidak pernah surut bahkan terus bertambah. Menurutnya, begitu banyaknya pesanan saat ini karena selain menggunakan canting tradisional, Batik Blimbing juga digarap menggunakan canting listrik.

“Tidak masalah saat ini batik begitu banyak persaingan, Batik Blimbing sudah memiliki ciri khas produksi yang berbeda dengan batik lain dan sudah memiliki pasar tersendiri,” jelas Wiwik,

Wiwik menambahkan, untuk bisa terus eksis dan tetap digemari sampai saat ini, salah salah satu resepnya adalah terletak pada kreativitas. Batik Blimbing tidak hanya menggunakan pakem batik tradisional saja, tetapi sudah berkembang ke arah batik kontemporer dekoratif.

“Batik Blimbing kami kerjakan sesuai sifat orang Malang yang selalu ingin bebas dan merdeka,” tegas Wiwik.

Batik Belimbing berdiri di tahun 2010 lalu, waktu itu yang membuat Batik Blimbing adalah ibu-ibu di Kecamatan Blimbing. Namun dari 30 ibu-ibu yang mengerjakan, satu persatu mengundurkan diri dengan berbagai alasan.

Menyadari kenyataan itu, Wiwik akhirnya mendidik sendiri beberapa pekerja mulai dari nol dan saat ini sudah memiliki lima pembatik yang mumpuni. Disamping itu juga ada beberapa anak magang dari sekolah-sekolah dan kampus yang ada di Kota Malang.

Batik Blimbing juga membuka paket latihan membatik dengan tiga macam kategori mulai dari paket Rp. 30.000, Rp. 50.000, sampai dengan Rp 75.000. Pelatihan seperti ini semakin banyak peminatnya, sehingga semakin bagus untuk memopulerkan Batik Blimbing.

Harga jual Batik Blimbing berkisar antara Rp. 300.000 sampai dengan Rp. 1 juta. Setiap bulan sedikitnya Batik Blimbing bisa membuat sebanyak sepuluh potong batik. Sedikitnya jumlah batik yang bisa diproduksi tidak lepas karena Batik Blimbing mempertahankan pembuatan dengan sistem manual (tulis).

Untuk memasarkan produknya, Wiwik mengaku banyak jalan yang dilakukan, mulai dari menjual secara online, melalui pameran, pelatihan, iklan, dan langsung di galeri. Untuk pelatihan Batik Blimbing selama ini tidak hanya diikuti warga negara Indonesia saja, namun juga peserta dari berbagai negara di Asia, Australia, Jerman, Yugoslavia, Belanda, Jordania. (cah/yon)

 

 

 

Exit mobile version